Setelah Lombok, Destinasi Liburanku Adalah Pulau Weh

Lombok

Lombok

Indonesia merupakan salah satu negara terluas didunia dengan total luas negara 5.193.250 km² (mencakup daratan dan lautan). Selain menempatkan dirinya sebagai salah satu negara terluas didunia, Indonesia juga menempatkan dirinya sebagai negara kepulauan terluas didunia. Oleh karena Indonesia adalah negara kepulauan, maka wilayah Indonesia terdiri dari daratan dan lautan. Satu pertiga luas Indonesia adalah daratan dan dua pertiga luas Indonesia adalah lautan.

Tak heran jika Indonesia menjadi salah satu tujuan wisata bahari oleh negara-negara Eropa pada saat musim liburan atau penghujung tahun. Berbagai keunikan dan keistimewaan wisata bahari berbagai pulau ditunjukkan/dipertontonkan oleh pemerintah daerah guna mencuri perhatian turis lokal maupun asing.

Salah satu tujuan wisata yang menjadi perhatian bagi turis lokal maupun asing adalah Lombok. Lombok yang dikenal dengan berbagai macam tujuan wisata didalamnya juga menyajikan keunikan tersendiri. Berbagai macam tujuan wisata disana, diantaranya wisata alam, wisata religi, wisata belanja dan tentu kesemuanya itu dengan harga yang murah.

Saya sendiri telah menginjakkan kaki di Lombok pada tahun 2013 tepatnya pada perayaan 17 Agustus. Berawal dari keisengan mengajak teman untuk menghabiskan libur di Lombok akhirnya kami sepakat untuk menggunakan kapal laut sebagai alat trasportasi kami ke sana. Sebenarnya ada beberapa maskapai penerbangan yang menawarkan jasa untuk bisa sampai ke Lombok seperti Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air dan Citilink. Hanya dengan kurang lebih 2 jam kita sudah sampai disana, tetapi kami lebih memilih kapal laut sebagai alat transportasi untuk ke Lombok karena selain biaya yang tergolong murah bagi kami yang rata-rata mahasiswa, kapal laut yang kami tumpangi juga akan transit ke beberapa pelabuhan sebelum mengantarkan kami ke tempat tujuan sehingga destinasi yang kami datangi juga pasti akan bertambah.

Tiga hari sebelum tanggal keberangkatan kami sepakati teman-teman yang ingin ikut bersama mendadak satu persatu mengundurkan diri karena ada urusan keluarga sehingga tinggallah saya sendiri yang memang dari awal berkeinginan kuat untuk menginjakkan kaki disana.

Singkat cerita, kapal yang membawa saya perlahan meninggalkan pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar menuju pelabuhan pertama yaitu Pelabuhan Labuan Bajo. Bermodalkan informasi yang saya dapatkan dari teman yang pernah berkunjung ke sana serta situs-situs yang menawarkan paket tour Labuan Bajo, akhirnya saya memilih untuk mampir ke destinasi pertama yaitu Labuan Bajo, NTT.

Labuan Bajo

Labuan Bajo

Dari Labuan Bajo saya memilih untuk menginap semalam disana sambil mendatangi tempat-tempat wisata yang ada disekitar Labuan Bajo sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan fery menuju pelabuhan Sape, NTB.

Keesokan harinya saya menuju ke pelabuhan untuk menaiki fery yang mengantarkan saya ke Pelabuhan Sape, NTB dan melanjutkan perjalanan menggunakan bus kecil ke terminal Dara. Dari terminal Dara saya menaiki bus besar menuju pelabuhan penyeberangan Sumbawa Besar. Setelah itu fery dari Sumbawa Besar mengantarkan saya menuju pelabuhan Khayangan Lombok Utara.

Sepanjang perjalanan dari Pelabuhan Khayangan menuju kota Mataram, saya menyaksikan kehidupan bermasyakat kota Lombok. Di mulai dari toleransi kehidupan beragama hingga kehidupan sosial mereka. Bukan hanya itu saja, mata saya dimanjakan oleh pemandangan alam Gunung Rinjani yang membentang luas di Lombok.

Setiba di Kota Mataram saya melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum menuju ke Pelabuhan Bangsal untuk menyeberang ke pulau Gili Trawangan. Gili Trawangan saya pilih sebagai lokasi untuk menghabiskan liburan karena saya sempat mendengar berita bahwa akan ada pengibaran bendera merah putih dibawah laut memperingati hari kemerdekaan 17 Agustus.

Gili Trawangan

Gili Trawangan

Setelah mendapatkan informasi dari pusat informasi pulau setempat akhirnya saya memilih untuk ikut serta dalam event tersebut. Membayar biaya pendaftaran serta menunjukkan licence selam yang saya miliki, panitia akhirnya mengizinkan saya untuk mengikuti event tersebut.

Dalam hati, saya sangat kagum sekali dengan pemandangan laut yang disajikan oleh Pulau Gili Trawangan. Terumbu karang serta ikan yang berwarna-warni menghiasi bawah laut pulau tersebut ketika pertama kali turun dari kapal yang membawa kami ke lokasi titik penyelaman.

Setelah dari pulau Gili Trawangan destinasi selanjutnya untuk liburan saya adalah Pulau Weh. Diapit oleh terumbu karang yang hidup dan menawan, Pulau Weh belum begitu tersentuh meskipun ukurannya tidak luas dan aksesnya mudah. Pulau yang satu ini berlokasi di pulau paling barat dari kepulauan Indonesia. Terletak di jalan pintu masuk Selat Malaka, kata orang pulau ini merupakan permata yang tersebunyi dibawah laut bagi kapal pesiar yang berkunjung dan menikmati pemandangannya.

Pulau Weh

Pulau Weh

Menikmati hembusan angin laut diatas ayunan jaring yang terikat diantara dua pohon kelapa dipinggir pantai adalah surga bagi para penikmat alam yang bernama pantai. Walaupun pulau ini terbilang kecil, pulau Weh seperti taman Eden menurut orang-orang yang pernah datang kesana.

Untuk dapat sampai ke Pulau Weh saat ini sudah sangat gampang, banyak alat transportasi yang tersedia untuk bisa menginjakkan kaki disana. Dari kota tempat tinggal saya Makassar, kita cukup naik pesawat yang saat ini sudah banyak menyediakan penerbangan menuju ibukota Banda Aceh seperti Garuda Indonesia, Batik Air, Lion Air, Sriwijaya Air, serta Citilink. Saya memilih Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan andalan saya untuk ke kota Banda Aceh.

Penerbangan Garuda Indonesia saya pilih karena selain fasilitas yang cukup membuat saya nyaman, pelayanannya pun tak diragukan lagi. Dari kota Banda Aceh kita dapat menggunakan taksi menuju Pelabuhan Ulee Lheue. Di Pelabuhan Ulee Lheue kita akan menaiki kapal ekspress atau ferry menuju pelabuhan Pulau Weh. Soal penginapan dan makan menurut para traveler banyak yang murah tinggal bagaimana pintar-pintarnya kita untuk bisa mencari.

 

Iklan

8 responses

  1. Keren kak., semoga menang ya kak.
    visit and comment back kakak http://wp.me/p4II3h-52

    Suka

    1. Aamiin.. Terima Kasih..

      Suka

  2. Pengen juga lah disambut pramugari Garuda, karena siapa lagi yg mau nyapa selain mereka coba?
    Sukses bang.

    Suka

  3. Semoga beruntung…

    Suka

  4. Pulau Weh cantik yaa.. bisa bening gitu kelihatannya :)) Dulu sebelum ada penerbangan langsung dari Makassar ke Lombok saya juga lebih suka naik kapal pelni, pakai KM Tilong Kabila. Lebih santai rasanya dibanding harus naik pesawat dan transit lama di Surabaya.

    Suka

    1. memang enak naik kapal mbak tapi butuh waktu yang lama untuk bisa kesana

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: