Siri’ Naranreng, Harga Diri Tertinggi Suku Bugis

bugis-makassarmain

Bugis adalah suku yang mempunyai keinginan yang tinggi untuk berhasil. Dalam sebuah pernyataan adat, hanya untuk Siri’ lah kita hidup di dunia. Itulah sebabnya semua etnis Bugis akan mati-matian bertarung untuk meraih kesuksesan didaerah mana dia berada, meskipun nyawa adalah taruhannya.

Seperti kita ketahui bahwa bagi suku Bugis Siri’ adalah harga mati. Harga diri tertinggi orang Bugis selain agama adalah perempuan. Tidak sedikit orang mati demi mempertahankan perempuannya dari pelecehan, baik saudara perempuan, istri, ibu maupun perempuan yang mempunyai hubungan keluarga. Hal tersebut kita kenal dengan istilah Siri’ Naranreng (harga diri yang dipertaruhkan). Siri’ Naranreng menjadi payung perlindungan dari perbuatan yang tak bermoral.

Apabila istri atau keluarga perempuan yang bersuami didapatkan melakukan perzinahan, maka jawabannya adalah nyawa. Kalau seorang suami mengetahui atau mendapati istrinya berzinah maka wajib membunuh kedua orang yang melakukan sehingga melanggar norma adat tersebut. Bahkan bukan saja suami dari istri saja berzinah berhak membunuh, saudari lelaki orang tua perempuan yang berzinah juga berhak membunuh sebagai penebus aib dari pihak keluarga suami

Perkawinan sangat sakral dalam adat budaya Bugis. Makanya yang menjadi prioritas utama seorang lelaki Bugis saat mencari istri adalah berasal dari keluarga yang bebas perzinahan. Suku Bugis mempercayai bibit pezinah juga akan melahirkan buah pezinah. Sangat dilarang keras menikah dengan anak keturunan kawin lari, anak diluar nikah atau anak dari hamil diluar nikah.

Di daerah Bugis, tidak heran ada istri ditinggal suami yang merantau bertahun-tahun, bahkan berpuluh tahun tetapi mereka tetap setia menjaga kehormatan dirinya sebagai kehormatan utama dari suami dan keluarganya. Tidak ada nilai seorang lelaki kalau istrinya pernah selingkuh, atau ada hubungan cinta dengan laki-laki lain walaupun tidak melakukan perzinahan.

Kalolo to Ugi’ (pria Bugis) dikatakan berani jika mampu menjaga kehormatan Ana’ Dara Ugi’ (perempuan Bugis). Pria Bugis adalah pelindung bagi kaum perempuan Bugis.

 

Sumber: Makassar Terkini Desember 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: