Pernikahan Sederhana

pernikahan

Aku ingin menikah dengan sederhana.
Bukan berlangsung di gedung mewah lalu di iringi alunan musik orkes atau pakaian mengkilap.
Aku berharap dengan itu keluargaku kelak tidak menjadi silau oleh kemewahan dunia.

Menikah dengan sederhana
Dengan undangan pernikahan yang ku design sendiri dan ku cetak sendiri
Berlangsung di masjid dengan khitmat disaksikan orang-orang yang benar-benar tulus menerima kekuranganku.
Aku ingin beribadah dengan mudah bukan mempersulit.
Karena aku tak ingin disibukkan oleh ribetnya upacara adat atau aturan yang menurut agama tak semestinya wajib ada.
Sebab aku berharap agamalah yang memandu perjalanan kita.
Walimatul ‘ursy nantinya hanya dilangsungkan di rumah saja
Menunya mungkin tak istimewa.
Cukup mengundang anak yatim piatu, kerabat terdekat dan sahabat yang melekat.
Namun dengan itu ku harap kita masih bisa mendengar adzan dan shalat pada waktunya.

Harapanku nantinya kita selalu mendengar adzan dalam setiap kesibukan rumah-tangga kita.
Sehingga aku bediri didepanmu, membimbing sholat berjamaah disetiap waktu kita.
Bermunajat bersama disepertiga malam-malam.

Aku ingin menikah dengan sederhana.
Juga menikahi wanita yang sederhana saja.
Meminta Mahar sederhana dan memudahkan usahaku untuk menjadi bagian dari hidupnya.
Tak memusingkan masalah makan dan tempat tinggal.
Karena selama bersamaku tak akan ku biarkan lambungnya perih
menahan lapar atau raganya menggigil oleh terpaan dingin..
aku janji..

Harapanku, aku bisa menikah dengan cara sederhana mencoba mendobrak kebiasaan dan tradisi yang mempersulit pernikahan
Bahwa inti pernikahan bukanlah prestise yang harus ditunjukkan pada tamu-tamu bangsawan dan kaya
Bukan pula menilai sebuah kemegahan pernikahan sebagai ukuran kebahagiaan.
Bukan karena aku meremehkanmu duhai calon istriku..
Bukan pula karena aku tak mau berusaha membiayai pernikahanku.
Namun aku hanya pria sederhana.
Bekerja setiap hari agar dapat menghidupi ibu dan bapakku.
Bekerja agar aku bisa berbagi dengan orang-orang yang tak seberuntung aku.
Maka tak pernah ku bermimpi meminta ALLAH menitipkan bidadari sempurna untukku.
semoga aku menemukan wanita dengan keluarga yang luar biasa itu.
yang mempercayakan buah hatinya sebagai ma’mumku.
Yang akan ku jaga dan cintai ia dengan segenap jiwa.
Ku muliakan ia semulia-mulianya.

Dan Aku berharap, jika kelak aku dan istriku tercinta telah tiada
semoga ALLAH menghisab kami dengan cara sederhana
Dan kami berjumpa bersama,berkumpul kembali di syurga..

Iklan

One response

  1. aamiin semoga terkabulkan 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: